Cik Man meninggal, impian Rock 5 tak kesampaian
KUALA LUMPUR — Cik Man meninggal meninggalkan duka mendalam bagi pengarah filem Amen Khalid. Ia adalah kehilangan yang sulit diterima oleh Amen, yang menggambarkan arwah sebagai seniman sejati dan sosok istimewa dalam hidupnya.

Amen, putra kepada almarhum Mamat Khalid, mengatakan bahwa ia mengenal Kamarool Yusoff sejak usia lima tahun. Hubungan panjang itu membuat kepergian Cik Man terasa sangat pribadi, apalagi rencana untuk melibatkan arwah dalam film Rock 5 belum sempat terlaksana.
Kenangan panjang dan penghargaan pribadi
Amen menilai Cik Man bukan sekadar rekan kerja di dunia seni, tetapi juga teman dan panutan. Mengenang kenangan sejak kecil, Amen menyebut keakraban mereka berbeda dibanding relasi profesional biasa. Kesedihan kini menyelimuti karena sosok yang dianggapnya sebagai “insan yang cukup istimewa” telah tiada.
Perjumpaan sejak usia lima tahun menandai sebuah ikatan yang berkembang seiring waktu. Menurut Amen, pemahaman tentang seni dan cara hidup Cik Man memberi pengaruh tersendiri dalam perjalanan kreatifnya. Kehilangan figur seperti itu membuat proses berduka berlangsung lebih berat.
Impian Rock 5 yang belum terwujud
Salah satu hal yang terus dirasakan Amen adalah kegagalan mewujudkan rencana tertentu bersama Cik Man. Proyek Rock 5, yang sempat menjadi harapan untuk mempertemukan kembali mereka di layar, tidak sempat direalisasikan dengan kehadiran arwah. Kekecewaan itu menjadi bagian dari duka yang diungkapkan Amen.
Impian yang tertunda ini menambah lapisan emosi selain kesedihan atas kehilangan pribadi. Bagi Amen, selain kehilangan seorang sahabat, ia juga kehilangan kesempatan kolaborasi yang selama ini dinantikan.
Pengaruh pada perjalanan kreatif Amen Khalid
Kepergian sosok yang begitu dekat berpotensi memberi dampak pada proses kreatif Amen. Hubungan panjang keduanya memungkinkan pertukaran ide dan dukungan yang sulit digantikan. Amen, sebagai seorang pembuat film, kini harus menata kembali harapan-harapan kreatif yang sempat dibingkai bersama Cik Man.
Meski duka masih terasa, langkah ke depan bagi Amen kemungkinan akan mempertimbangkan warisan nilai-nilai seni yang ditinggalkan oleh Cik Man. Pengaruh seorang seniman sejati, seperti yang disebutkan Amen, dapat menjadi inspirasi sekaligus tantangan untuk meneruskan karya-karya yang menggambarkan semangat kebersamaan mereka.
Hingga saat ini, Amen terus menyatakan kesulitan menerima kenyataan tersebut dan mengenang Cik Man dengan penghormatan. Kepergian sang aktor menyisakan rasa kehilangan pada keluarga dekat, rekan, dan mereka yang pernah bekerja bersama. Kenangan serta rencana yang belum sempat terlaksana menjadi bagian dari warisan emosional yang kini dibawa oleh mereka yang ditinggalkan.