Pakar: Hunian vertikal jadi perumahan berkelanjutan
Hunian vertikal menjadi sorotan sebagai salah satu model perumahan yang potensial untuk menjawab kebutuhan di kawasan perkotaan. Pakar perumahan dan permukiman dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Jehansyah Siregar, menyatakan hunian vertikal bisa menjadi perumahan berkelanjutan di perkotaan.

Pernyataan Jehansyah disampaikan pada 21 Juli 2026, ketika ia membahas arah pengembangan permukiman di kota-kota yang menghadapi keterbatasan lahan dan tekanan permintaan hunian. Ia menekankan pentingnya menempatkan hunian vertikal dalam perencanaan yang komprehensif agar manfaatnya maksimal bagi lingkungan dan masyarakat kota.
Pandangan pakar terhadap hunian vertikal
Jehansyah menyoroti hunian vertikal sebagai salah satu pilihan dalam konteks urbanisasi dan pertumbuhan populasi perkotaan. Ia mengungkapkan bahwa pendekatan vertikal perlu dipandang tidak sekadar sebagai solusi fisik untuk keterbatasan lahan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi perumahan berkelanjutan yang melibatkan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Pendekatan ini, menurutnya, memerlukan integrasi perencanaan tata ruang, infrastruktur publik, dan pelayanan dasar agar hunian vertikal dapat memberikan kualitas hidup yang baik bagi penghuninya. Ia mengingatkan bahwa aspek pengelolaan dan perawatan juga menjadi faktor penting agar hunian vertikal dapat berfungsi sebagai lingkungan yang layak huni dalam jangka panjang.
Implikasi bagi kebijakan dan perencanaan kota
Dalam pandangan Jehansyah, pemanfaatan hunian vertikal sebaiknya disertai kebijakan yang mendukung penyediaan fasilitas penunjang dan aksesibilitas. Ia menekankan perlunya perencanaan yang mempertimbangkan konektivitas dengan layanan publik dan prasarana, sehingga hunian vertikal tidak terisolasi dari kehidupan perkotaan secara menyeluruh.
Selain itu, Jehansyah juga menekankan bahwa penerapan hunian vertikal harus disesuaikan dengan karakteristik setiap kota. Kebijakan yang responsif terhadap kondisi lokal dipandang penting untuk memastikan bahwa pengembangan vertikal mendukung tujuan keberlanjutan tanpa mengorbankan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Tantangan dan perhatian yang perlu diutamakan
Jehansyah mengingatkan sejumlah perhatian yang perlu menjadi bagian dari perencanaan hunian vertikal. Pengelolaan lingkungan, pemeliharaan fasilitas bersama, serta keterlibatan penghuni dalam tata kelola hunian disebutkan sebagai aspek yang menentukan keberlanjutan hunian vertikal. Ia juga menekankan pentingnya desain yang memperhatikan kenyamanan dan keselamatan penghuni agar hunian vertikal dapat diterima secara luas.
Menurutnya, tanpa perhatian terhadap aspek-aspek tersebut, potensi hunian vertikal untuk menjadi solusi berkelanjutan bisa tidak maksimal. Oleh karena itu, integrasi kebijakan, desain, dan pengelolaan menjadi kunci agar hunian vertikal berkontribusi positif terhadap kualitas permukiman di kota-kota besar.
Pernyataan Jehansyah mengenai hunian vertikal sebagai bagian dari perumahan berkelanjutan memberikan titik fokus bagi pembuat kebijakan, perencana, dan pengembang untuk mempertimbangkan model hunian ini secara lebih komprehensif. Pendekatan yang terpadu diharapkan dapat menghasilkan hunian vertikal yang tidak hanya efisien dari segi lahan, tetapi juga layak huni dan berkelanjutan bagi masyarakat perkotaan.