Zulfydar Zaidar Kembali Pimpin PB ABTI 2026-2030
Zulfydar Zaidar kembali dipercayakan memimpin Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) untuk periode 2026-2030. Keputusan itu diambil dalam Musyawarah Nasional (Munas) PB ABTI yang digelar di Hotel Mahkota, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam pemilihan yang berlangsung pada rangkaian Munas tersebut, tercatat dukungan dari 20 pengurus provinsi (Pengprov) dari total 24 Pengprov yang ada. Dukungan mayoritas itu memastikan Zulfydar meneruskan kepemimpinan organisasi bola tangan nasional untuk empat tahun ke depan.
Proses pengambilan keputusan di Munas
Musyawarah Nasional PB ABTI menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi dalam struktur organisasi. Pada pertemuan di Pontianak, peserta Munas membahas agenda organisasi dan memilih kepengurusan untuk masa bakti 2026-2030. Hasil akhir pemilihan menunjukkan kepercayaan mayoritas Pengprov kepada Zulfydar Zaidar sebagai ketua PB ABTI periode yang baru.
Rangkaian Munas diselenggarakan di Hotel Mahkota yang menjadi tuan rumah kegiatan. Tanggal pelaksanaan, Sabtu (25/7/2026), menandai penetapan kepengurusan yang akan memimpin organisasi selama kurun waktu empat tahun mendatang. Keputusan di forum tertinggi seperti ini penting karena menentukan arah pembinaan dan kebijakan organisasi ke depan.
Dukungan dari Pengprov
Dari 24 Pengprov yang tergabung dalam asosiasi, 20 memberikan dukungan kepada Zulfydar Zaidar. Proporsi dukungan tersebut menunjukkan basis kepercayaan yang signifikan dari tingkat provinsi terhadap kelanjutan kepemimpinan petahana. Angka-angka ini menjadi tolok ukur legitimasi kepemimpinan hasil Munas.
Meskipun rincian nama-nama Pengprov yang memberikan dukungan tidak diuraikan satu per satu, fakta jumlah dukungan menjadi aspek sentral dalam menetapkan hasil Munas. Mayoritas suara dari Pengprov biasanya menjadi dasar pengesahan kepengurusan baru di forum seperti ini.
Kehadiran pejabat dan suasana Munas
Munas PB ABTI di Pontianak dihadiri sejumlah pejabat. Di tamu undangan tercatat kehadiran Plt Asdep Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kemenpora Usman Ali. Kehadiran pejabat dari kementerian atau lembaga terkait umumnya memberi bobot dan perhatian tersendiri terhadap jalannya Munas serta posisi organisasi olahraga di tingkat nasional.
Suasana Munas digambarkan berlangsung dalam suasana musyawarah dan pengambilan keputusan kolektif. Forum seperti ini tidak hanya sekadar pemilihan pengurus, tetapi juga menjadi momen evaluasi pelaksanaan program dan penentuan prioritas pembinaan olahraga ke depan.
Implikasi kepemimpinan 2026-2030
Dengan ditetapkannya Zulfydar Zaidar sebagai ketua PB ABTI periode 2026-2030, organisasi memasuki babak baru kepemimpinan yang telah mendapat dukungan mayoritas Pengprov. Keputusan Munas menjadi landasan bagi pelaksanaan program kerja dan pembinaan bola tangan di tingkat nasional selama empat tahun ke depan.
Periode kepengurusan yang baru akan menjadi masa bagi PB ABTI untuk meneruskan atau mengevaluasi kebijakan yang telah berjalan sebelumnya. Sebagai organisasi induk cabang olahraga, keputusan Munas dan komposisi kepengurusan memiliki konsekuensi terhadap arah pembinaan atlet, kalender kompetisi, serta pengembangan sumber daya di tingkat provinsi dan nasional.
Kepercayaan yang diberikan oleh 20 Pengprov menjadi modal awal bagi kepemimpinan Zulfydar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang melekat pada posisi tersebut. Hasil Munas PB ABTI di Pontianak menutup satu siklus dan membuka kesempatan bagi pelaksanaan program kerja baru untuk periode 2026-2030.