Trump Zelensky: G7 Optimistis Soal Perdamaian Ukraina
Trump zelensky menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. Pernyataan Presiden AS Donald Trump setelah pertemuannya dengan Presiden Volodymyr Zelensky memicu suasana optimistis di pemimpin negara-negara G7 terkait prospek perdamaian di Ukraina. Dalam komentar yang menimbulkan harapan hati-hati, Trump menegaskan bahwa Rusia sebaiknya mencapai kesepakatan dengan Ukraina.

Pertemuan itu berlangsung di sela KTT G7 di resor tepi danau Evian-les-Bains. Suasana kali ini sangat berbeda dengan pertemuan mereka di Oval Office tahun lalu, ketika Zelensky diberi tahu bahwa ia tidak memiliki banyak daya tawar dalam pembicaraan damai potensial.
Respon Trump dan Pengaruh pada Pembicaraan Damai
Setelah pertemuan itu, Trump menyampaikan, “Look, Russia should make a deal,” seraya menambahkan keprihatinannya terhadap korban jiwa di medan perang: “I’m gonna do whatever I can.” Pernyataan singkat ini disambut sebagai tanda kemauan untuk mendorong proses diplomasi, meski langkah konkret untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow belum dirinci.
Menurut para pemimpin Eropa yang hadir, nada pertemuan dinilai konstruktif. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut pernyataan Trump bahwa Rusia sebaiknya mengakhiri perang sebagai alasan untuk bersorak, dan menggambarkan Trump sebagai sosok yang kooperatif dan mendengarkan dengan saksama: “I found him to be very cooperative, and I also saw him listening very attentively.” Ucapan Merz menandai rasa optimisme bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Eropa kini berupaya bersama untuk menghentikan konflik.
Kesepakatan G7 soal Sanksi dan Dukungan Militer
Zelensky menyatakan bahwa para pemimpin G7 sepakat bahwa Rusia tidak memenangkan perang. Dalam diskusi itu dibahas opsi sanksi tambahan yang menargetkan ekspor minyak Rusia, sektor perbankan, dan produksi militer guna mendorong Moskow ke meja perundingan.
Selain itu, delegasi G7 berkomitmen untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara Kyiv, sebuah prioritas utama bagi Zelensky mengingat peningkatan serangan terhadap fasilitas sipil. Representasi visual dari serangan yang menimpa biara Pechersk Lavra di Kyiv juga ditunjukkan kepada Trump selama pertemuan; respons terhadap gambar itu menunjukkan penolakan atas serangan tersebut dan dinilai sebagai langkah psikologis yang efektif dalam pertemuan.
Namun, sejumlah diplomat menilai Trump belum memberikan komitmen tegas terkait penerapan sanksi AS tambahan yang diinginkan para pemimpin Eropa. Trump mengatakan Washington kini berada dalam posisi untuk membiarkan pengecualian minyak Rusia berakhir setelah tercapainya sebuah kesepakatan awal terkait Iran yang menenangkan pasar, tanpa menjabarkan langkah hukuman yang lebih luas terhadap Moskow.
Isu Iran dan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
KTT juga membahas implikasi sementara dari kesepakatan awal dengan Iran, yang dipersepsikan dapat membuka jendela 60 hari untuk negosiasi teknis kompleks mengenai program nuklir dan sanksi internasional. Beberapa pemimpin Eropa mengingatkan bahwa kesepakatan sementara berisiko mengunci program nuklir dan rudal balistik Iran jika tahap berikutnya tidak ditangani secara mendalam.
Perjamuan kerja Selasa difokuskan pada upaya membuka kembali Selat Hormuz yang sempat ditutup pada akhir Februari. Trump menyatakan selat itu akan “completely open” pada hari Jumat, sementara para pemimpin juga meninjau alternatif rute pelayaran.
Trump sempat menampilkan sebuah kesepakatan awal yang ia klaim akan mengakhiri konflik dengan Iran, dan menegaskan bahwa isi kesepakatan tersebut menyatakan secara tegas bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir: “loud and clear.” Meski demikian, ada kekhawatiran mengenai pengalaman tim negosiasi AS dalam menjamin hasil yang kuat pada fase selanjutnya, termasuk soal rudal balistik Iran.
Zelensky juga mengisyaratkan kelanjutan pertemuan bilateral setelah sesi kelompok, mengatakan, “Our teams will be meeting over the course of the next 24 hours at various levels and will continue to meet,” dan menambahkan harapannya untuk bertemu kembali secara terpisah dengan Presiden Trump keesokan harinya. Ia mengatakan sempat menawarkan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin di KTT, tetapi seorang ajudan Kremlin menyatakan hal itu tidak muncul dalam pembicaraan telepon Trump dan Putin.
Suasana di Evian-les-Bains menandai langkah diplomatik penting: ada optimisme yang lebih besar dibandingkan tahun lalu, namun langkah-langkah konkret agar Rusia benar-benar menuju perundingan damai masih memerlukan detail dan konsensus internasional yang lebih jelas.