Siti Asiah Dilantik Ketua Perangkawan Malaysia Ke-10
PUTRAJAYA — Siti Asiah Ahmad resmi dilantik sebagai Ketua Perangkawan Malaysia ke-10, berkuat kuasa hari ini. Pelantikan ini menempatkan Siti Asiah, yang sebelumnya menjabat sebagai Timbalan Ketua Perangkawan bagi Program Ekonomi, pada posisi tertinggi di badan perangkaan negara.

Menteri Ekonomi, Akmal Nasrullah Mohd. Nasir, menyampaikan bahwa Siti Asiah, 51, membawa hampir 28 tahun pengalaman dalam bidang statistik ekonomi dan sosial, transformasi digital serta pembangunan dasar berasaskan bukti. Menteri juga menyebutkan bahwa beliau memulakan perkhidmatan sebagai Perangkawan.
Profil singkat
Siti Asiah, yang telah meniti karier panjang di bidang perangkaan, dipercaya mengemban tugas baru setelah sebelumnya menjabat sebagai Timbalan Ketua Perangkawan (Program Ekonomi). Usia dan masa kerjanya disebut oleh pejabat terkait sebagai bukti pengalaman yang luas di bidang statistik dan transformasi digital, serta keterlibatan dalam upaya penyusunan kebijakan berbasis data.
Pengalaman dan keahlian yang disorot
Dalam pengumuman pelantikan, aspek pengalaman hampir tiga dekade menjadi sorotan. Keahlian di sektor statistik ekonomi dan sosial, ditambah dengan pengalaman pada transformasi digital dan pengembangan kebijakan yang berasaskan bukti, disebut sebagai latar yang mendasari pengangkatan Siti Asiah. Keterangan resmi juga menyinggung awal karier beliau yang dimulai sebagai Perangkawan.
Penegasan dari kementerian
Menteri Ekonomi, Akmal Nasrullah Mohd. Nasir, menggarisbawahi kualifikasi Siti Asiah saat mengumumkan pelantikan tersebut. Pernyataan menteri menekankan kombinasi pengalaman teknis di statistik dan keterlibatan dalam inisiatif digital serta kebijakan sebagai alasan penunjukan beliau ke posisi Ketua Perangkawan Malaysia ke-10.
Pelantikan ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier Siti Asiah setelah bertugas lama di lingkungan perangkaan. Meskipun rincian tambahan mengenai langkah-langkah atau program yang akan dicanangkan di bawah kepemimpinan barunya belum dipublikasikan, keterangan resmi menyoroti rekam jejak dan kompetensi yang dinilai relevan untuk memimpin lembaga perangkaan negara.
Penempatan Siti Asiah pada posisi puncak perangkaan negara menandai kelanjutan kariernya yang panjang di bidang tersebut. Sejumlah aspek pengalaman yang disebutkan dalam pengumuman pelantikan menjadi titik fokus ketika pemerintah mengumumkan keputusan ini, termasuk pengalaman dalam statistik ekonomi dan sosial serta upaya transformasi digital yang telah dijalankan selama hampir 28 tahun kedinasan.
Pelantikan ini efektif berlaku sejak hari ini, dan informasi lebih rinci mengenai langkah kerja ataupun agenda kepemimpinan Siti Asiah diharapkan disampaikan oleh pihak terkait pada kesempatan berikutnya.