Sarawak Emas di 4x100m SUKMA Selangor 2026
Kuartet putri dari Sarawak menorehkan sejarah pada SUKMA Selangor 2026 dengan merebut Sarawak emas di nomor 4×100 meter setelah sebuah perlombaan yang penuh drama di Stadium Universiti Putra Malaysia (UPM), 17 Agustus 2026.

Perlombaan berakhir mengejutkan ketika papan skor menampilkan Sarawak di posisi pertama dengan catatan waktu 46.89, menggagalkan perayaan awal dari tim lain yang sempat diyakini sebagai pemenang.
– penentuan di UPM
Lomba 4x100m putri berlangsung ketat sejak start. Terengganu tampak kuat dan pelari terakhirnya sudah mulai merayakan saat melintasi garis finis, sehingga membuat pelari terakhir Sarawak, Ormilla Octavia Codday Nyadau, mengira mereka hanya meraih perak. Namun, hasil resmi di papan skor kemudian mengubah suasana ketika waktu 46.89s tercatat untuk Sarawak.
Komposisi tim dan reaksi
Skuad Sarawak yang membawa pulang emas terdiri atas Danea Humairah Sharyman Sufry, Alvinia Aivie Jackly, Syarifah Nur Alisya Syed Zafrina, dan Ormilla Octavia Codday Nyadau sebagai pelari penutup. Setelah menyadari bahwa papan skor menampilkan nama mereka di posisi teratas, keempat atlet itu pun merayakan momen bersejarah tersebut bersama tim pendukung.
Ormilla mengungkapkan bahwa mereka awalnya memang mengira Terengganu menjadi pemenang karena melihat perayaan lawan ketika melewati garis akhir. Namun demikian, catatan waktu resmi akhirnya memastikan tempat pertama untuk Sarawak, menghadirkan kebahagiaan sekaligus kejutan bagi kontingen negeri tersebut.
Urutan finish dan catatan waktu
Terengganu harus puas di posisi kedua dengan catatan 46.94. Skuad Terengganu yang finish di urutan kedua terdiri dari Izzatul Musfirah Ahmad Kamal Azira, Nur Aina Syakira Mohd Rafizan, Nor Aliya Najihah Muda, dan Jho Jun Lin. Sedangkan medali perunggu direbut oleh Johor yang mencatat 47.24s melalui Nabilah Natasha Azizyan, Miesatul Shafieqa Sapi, S Varshini, dan Mazurah Saffree.
Kemenangan Sarawak memiliki nilai historis karena ini merupakan emas pertama bagi kontingen tersebut pada nomor 4×100 meter putri sejak cabang lomba ini diperkenalkan di ajang SUKMA pada 1986. Momen itu sekaligus menandai pencapaian penting bagi pengembangan atletik putri di Sarawak.
Makna kemenangan bagi Sarawak
Keberhasilan ini tidak hanya soal perolehan medali, melainkan juga simbol kerja keras tim dan strategi pergantian estafet yang berjalan efektif pada saat krusial. Reaksi gembira dari atlet dan pelatih menegaskan pentingnya kemenangan bagi moral kontingen, terutama mengingat sejarah panjang cabang ini di pentas SUKMA.
Perlombaan 4x100m putri pada SUKMA Selangor 2026 menjadi salah satu pertandingan paling berkesan karena alur dramatik hingga hitungan akhir. Dengan catatan waktu 46.89s, Sarawak meninggalkan jejak penting di nomor estafet putri dan memberi motivasi bagi atlet muda di negara bagian itu.
Gelaran SUKMA kali ini di UPM menyuguhkan sejumlah momen memikat, dan kemenangan Sarawak di nomor 4x100m putri dipastikan akan dikenang sebagai salah satu tonggak dalam sejarah kontingen tersebut.