Paul Mason: fasisme modern dan peran negara
Paul Mason, penulis asal Britania, menaruh perhatian pada apa yang ia sebut sebagai fasisme modern. Dalam pembahasan terbarunya, ia mengurai fasisme bukan sebagai kumpulan dogma kaku melainkan sebuah proses politik yang berkembang dari hilangnya kepercayaan publik terhadap negara dan ketakutan atas masa depan ekonomi.

Pembicaraan ini mengemuka menyusul peringatan filosof Jason Stanley tentang kemungkinan perubahan budaya politik di Jerman jika partai tertentu berkuasa. Pertanyaan yang mendesak, menurut Mason dan pengamat lain, adalah apakah lonjakan dukungan kelompok kanan ekstrem sekadar geseran politik ke kanan atau merupakan tanda proses yang lebih dalam dan berbahaya.
Fasisme sebagai proses politik
Mason menolak gagasan bahwa fasisme selalu muncul dalam bentuk ideologi yang kaku dan mudah dikenali. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai rangkaian dinamika politik: retorika yang menanamkan ketakutan, delegitimasi institusi negara, dan eksploitasi ketidakpastian ekonomi untuk membangun dukungan massa.
Dalam kerangka ini, fasisme modern dapat tumbuh perlahan ketika lembaga-lembaga publik kehilangan legitimasi di mata warga. Ketika warga meragukan kemampuan negara untuk melindungi kesejahteraan atau menjamin masa depan ekonomi, ruang bagi narasi-narasi ekstrem menjadi lebih lebar. Mason menekankan bahwa kondisi-kondisi tersebut bukan sekadar latar belakang, melainkan bahan bakar bagi proses politik yang mengakar.
Isu Jerman dan peringatan soal pendidikan patriotik
Diskusi itu turut merujuk pada peringatan Jason Stanley mengenai kemungkinan munculnya pendidikan patriotik di bawah pemerintahan tertentu di Jerman. Stanley menyarankan melihat contoh di Amerika Serikat untuk membayangkan bagaimana kebijakan-kebijakan budaya semacam itu bisa dibentuk. Mason menganggap peringatan semacam ini penting sebagai pengingat bahwa unsur-unsur budaya dan politik bisa berubah cepat ketika kondisi ekonomi dan kepercayaan publik tergerus.
Mason, sebagaimana pengamat lain yang mengamati fenomena ini, mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan tanda-tanda awal yang tampak sebagai sekadar “rechtsruck” atau pergeseran ke kanan. Bagi Mason, penilaian yang terlalu meremehkan berisiko mengecilkan perhatian terhadap proses yang lebih luas dan berjangka panjang.
Peran negara dalam melawan ekstremisme
Salah satu intisari penting dari pembahasan Mason adalah peran negara dalam menghadang perkembangan kekuatan-kekuatan ekstrem. Menurutnya, upaya menanggulangi fasisme modern tidak cukup hanya bersandar pada reaksi sosial atau inisiatif komunitas; institusi-institusi publik perlu memulihkan kepercayaan dan menunjukkan kapasitas untuk memberi solusi terhadap ketidakpastian ekonomi dan sosial.
Dengan kata lain, kembalinya kepercayaan pada fungsi-fungsi negara—dari perlindungan sosial hingga pendidikan—dilihat sebagai unsur kunci untuk meredam narasi-narasi yang memanfaatkan ketakutan dan kekecewaan publik. Mason menyoroti bahwa tanpa perhatian serius terhadap lapangan ekonomi dan legitimasi institusi, peluang bagi kelompok-kelompok ekstrem untuk berkembang akan tetap ada.
Pesan bagi publik dan pembuat kebijakan
Pembicaraan Mason menyampaikan pesan ganda: publik perlu waspada terhadap perubahan retorika dan praktik politik yang merongrong kepercayaan pada institusi, sementara pembuat kebijakan diingatkan untuk tidak mengabaikan dimensi ekonomi dari fenomena ini. Keduanya, menurut pembahasan tersebut, harus berjalan bersamaan jika ingin mencegah proses yang memungkinkan fasisme modern mengakar lebih jauh.
Dalam konteks Eropa, termasuk perdebatan seputar partai-partai nasionalis di beberapa negara, pendekatan yang komprehensif—menggabungkan rekonstruksi kepercayaan publik dan respons kebijakan yang nyata terhadap ketidakpastian ekonomi—menjadi titik tekan penting dalam menanggapi tantangan yang dijelaskan Mason.
Pembahasan ini menegaskan bahwa melacak pergeseran politik semata tidak cukup; memahami mekanisme yang mendasarinya dan memperkuat peran institusi publik adalah langkah penting untuk mencegah evolusi proses politik yang berbahaya.