Menkop: MES Penggerak Ekonomi dan Sektor Riil
Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya peran MES penggerak ekonomi dalam memperkuat sektor riil. Ia meminta agar organisasi itu tidak lagi terjebak pada kegiatan literasi semata, melainkan bergerak lebih aktif ke sektor-sektor yang menghasilkan nilai tambah dan lapangan kerja.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) MES Jawa Barat dan Seminar dan Talkshow Nasional dengan tema “Sinergi Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan…” pada 2026-07-25 11:57:00. Dalam kesempatan itu Ferry menekankan perubahan fokus organisasi untuk menjawab kebutuhan ekonomi umat dan memperkuat kontribusi sektor riil.
Dorongan ke sektor riil
Ferry Juliantono menegaskan bahwa peran MES perlu bertransformasi dari kegiatan edukasi semata menjadi keterlibatan nyata di lapangan. Ia mengingatkan bahwa “pengurus MES tidak lagi berfokus pada kegiatan literasi semata, melainkan juga berkiprah di sektor-sektor riil yang produktif.” Pernyataan itu menjadi inti pesan yang disampaikan kepada pengurus wilayah yang baru dilantik.
Pergeseran fokus ini dimaksudkan untuk mengakselerasi peran ekonomi syariah dalam menghasilkan nilai ekonomi yang konkret bagi masyarakat luas. Istilah “sektor riil” yang disebutkan Ferry merujuk pada aktivitas ekonomi yang langsung menghasilkan barang dan jasa serta menciptakan lapangan kerja, sehingga kontribusinya terasa di tingkat komunitas dan pelaku usaha lokal.
Peran MES dalam ekonomi umat
Sebagai organisasi yang berorientasi pada pengembangan ekonomi berbasis nilai syariah, dorongan agar MES menjadi penggerak ekonomi mendapat penekanan khusus. Ferry, yang memegang dua jabatan strategis tersebut, menyampaikan bahwa pengelolaan program dan inisiatif harus berorientasi pada dampak ekonomi nyata bagi umat.
Pernyataan yang disampaikan dalam forum berskala regional dan nasional itu menegaskan harapan agar kepengurusan baru dapat merancang langkah-langkah yang lebih aplikatif dan terukur. Hal ini mencakup upaya menghubungkan pelaku ekonomi syariah dengan peluang usaha di sektor riil yang produktif, serta memaksimalkan manfaat bagi kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah tanpa mengorbankan prinsip-prinsip syariah.
Sinergi dengan ekonomi hijau dan tantangan pelaksanaan
Acara yang mengangkat tema “Sinergi Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan…” menunjukkan adanya perhatian terhadap keterkaitan prinsip syariah dan keberlanjutan lingkungan. Ferry mendorong agar sinergi ini dijadikan landasan dalam menyusun program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan.
Meski dorongan arah telah jelas, tantangan implementasi tetap ada, mulai dari kapasitas pengurus, akses modal, hingga penguatan jejaring pasar. Dalam konteks ini, peran kepengurusan baru di tingkat wilayah menjadi krusial untuk menerjemahkan arahan menjadi langkah konkret yang sesuai dengan kondisi lokal.
Pernyataan Ferry pada acara pelantikan dan seminar tersebut membuka harapan agar MES dapat mengambil peran lebih aktif sebagai pendorong kegiatan ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Pesan itu diharapkan menjadi pijakan bagi langkah-langkah berikutnya dalam memperkuat kontribusi ekonomi syariah pada pembangunan berkelanjutan.