Kuartet 4x100m MSN: Pertanda Rekor Nasional Bakal Pecah
Kuartet 4x100m negara yang turun mewakili Majlis Sukan Negara (MSN) memberi sinyal kuat bahwa rekor kebangsaan untuk nomor estafet 4×100 meter kini tinggal menunggu waktu untuk dipecahkan. Pasukan yang terdiri dari Muhammad Azeem Fahmi, Danish Iftikhar Muhammad Roslee, Pengiran Aidil Auf Hajam, dan Mohamad Armin Zahryl merebut medali emas pada Kejohanan Olahraga Terbuka Malaysia 2026 dengan catatan 39.16 saat di Stadium Universiti Putra Malaysia (UPM), Serdang.

Di belakang mereka, pasukan Malaysian University (A) finis kedua dengan waktu 40.02s, sementara Johor menempati posisi ketiga dengan 40.41s. Penampilan MSN pada nomor ini menunjukkan kombinasi kecepatan dan pergantian tongkat yang efisien, meski ini adalah kali pertama mereka dipasangkan dalam lomba resmi bersama-sama.
Hasil lomba dan catatan waktu
Kuartet MSN meninggalkan pesaing cukup jauh dalam final, menghasilkan catatan 39.16s yang membuat tim percaya capaian lebih tinggi bisa diraih jika komposisi ini dipertahankan. Pencapaian tersebut juga menjadi tolok ukur terbaru jelang target kompetisi regional dan internasional yang mengintai ke depannya.
Meskipun belum memecahkan rekor kebangsaan saat ini, catatan tim MSN di UPM menempatkan mereka dalam posisi yang menjanjikan. Rekor nasional yang tercatat saat ini adalah 39.03s, dicatatkan oleh kuartet yang termasuk Pengiran Aidil Auf pada perhelatan Sukan SEA Thailand 2025.
Keserasian tim dan hubungan antar-pelari
Azeem yang berlari sebagai pelari pembuka menyatakan optimisme terhadap kombinasi baru ini, menilai bahwa penampilan di Serdang adalah awal yang sangat positif. “Saya sangat positif, satu hari nanti jika kami digandingkan semula untuk berlari dalam mana-mana kejohanan selepas ini, Insya-Allah rekod kebangsaan itu tidak akan bertahan lama,” ujarnya kepada wartawan usai perlombaan.
Selain itu Azeem menyoroti faktor usia dan latar belakang yang membuat kerja sama mereka relatif mudah meski baru dipasangkan secara kompetitif: “Kami semua hampir sebaya. Armin dan Pengiran berumur 21 tahun, saya 22 tahun dan Danish 19 tahun, jadi tiada masalah untuk bekerjasama kerana kami sudah biasa berlari bersama sejak kecil,” ujar Azeem, menunjukkan ikatan yang sudah terjalin sejak bangku sekolah.
Ambisi ke depan dan peran individu
Fokus utama kuartet ini berikutnya adalah mempertahankan momentum menjelang Kejuaraan Asia Bawah 23 Tahun (B-23). Setelah itu, mereka menatap peluang untuk bersaing di panggung Sukan Asia, di mana pengalaman dan konsistensi akan menjadi penentu hasil.
Pengiran Aidil Auf mengungkapkan kegembiraannya mendapat kepercayaan untuk turun bersama skuad tersebut, sekaligus menilai kelompok saat ini memiliki kecepatan luar biasa. Sebagai bagian dari skuad yang pernah memegang rekor nasional 39.03s, ia optimis bahwa kekuatan tiap anggota dapat menuntun tim ke prestasi lebih besar.
Sementara itu, Mohamad Armin menyampaikan apresiasi kepada MSN atas kesempatan tampil berdampingan dengan pelari senior dalam nomor estafet, sedangkan Danish Iftikhar, yang sempat kecewa di nomor 100m individu, memandang kemenangan hari ini sebagai ‘ubat’ untuk membangun kembali kepercayaan dan tampil lebih baik pada kejuaraan berikutnya.
Penampilan di Serdang menegaskan bahwa perpaduan kecepatan individu dan koordinasi pergantian tongkat menjadi modal penting. Jika terus diasah dalam latihan dan kompetisi yang lebih sering, peluang menembus atau bahkan memecahkan rekor nasional dalam waktu dekat bukanlah hal yang mustahil.
Kuartet 4x100m MSN menutup Kejohanan Olahraga Terbuka Malaysia 2026 dengan pesan jelas: garis rekor nasional semakin mendekat, dan fokus kini beralih ke persiapan untuk ajang B-23 serta target jangka panjang di Sukan Asia.