Keluarga Berterima Kasih, Jenazah Agus Putranadi Diantar ke NTB
Keluarga peserta Le Minerale Half Marathon BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima setelah jenazah Agus Putranadi diantar sampai NTB. Ungkapan itu muncul setelah proses pemulangan jenazah yang melibatkan pihak penyelenggara dan sponsor acara.

Agus Putranadi meninggal dunia di RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 16.48 WIB. Kepergiannya memicu perhatian dari keluarga dan penyelenggara, yang kemudian bergerak untuk memfasilitasi pemulangan jenazah ke kampung halaman di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kronologi singkat kejadian
Agus tercatat sebagai peserta Le Minerale Half Marathon dalam rangka BTN Jakarta International Marathon 2026. Ia dirawat di RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta dan dinyatakan meninggal pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 16.48 WIB. Setelah kejadian tersebut, proses penanganan jenazah dan koordinasi pemulangan menjadi fokus keluarga serta pihak terkait.
Peran BTN dan IMRR dalam pemulangan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dan Indonesia Muda Road Runners (IMRR) berperan sebagai sponsor dan penyelenggara utama event. Kedua pihak tersebut memberikan perhatian khusus terhadap keluarga peserta yang meninggal, termasuk membantu proses pemulangan jenazah hingga NTB. Tim BTN juga dilaporkan ikut mengawal jenazah selama proses tersebut.
Peran pihak penyelenggara dan sponsor dalam situasi seperti ini umumnya meliputi koordinasi administratif dan logistik untuk memastikan pemulangan jenazah berjalan tertib. Dalam kasus ini, keterlibatan BTN dan IMRR mendapat apresiasi dari keluarga, yang menilai tindakan tersebut membantu meringankan beban mereka di masa duka.
Ucapan keluarga dan kondisi keluarga almarhum
Keluarga Agus Putranadi menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan selama proses penanganan jenazah. Mereka menilai dukungan dari penyelenggara dan sponsor penting karena memudahkan urusan pemulangan dan mengurus keperluan administrasi di saat berduka.
Agus diketahui bekerja di Jakarta dan berdomisili di kawasan Matraman. Keluarga dan kerabat yang ditinggalkan kini berkonsentrasi pada prosesi pemakaman dan pengurusan terakhir di kampung halaman di NTB, setelah jenazah sampai di sana dengan bantuan pihak terkait.
Insiden meninggalnya peserta dalam suatu event lari menimbulkan keprihatinan dari banyak pihak. Keluarga berharap kejadian serupa dapat menjadi pengingat pentingnya kesiapan medis dan koordinasi dalam setiap acara olahraga massal, sekaligus mengapresiasi pihak-pihak yang sigap membantu dalam situasi darurat.
Proses pemulangan jenazah hingga tiba di NTB dan dukungan yang diberikan oleh BTN serta IMRR menutup bab pertama dari rangkaian pemulangan ini. Keluarga terus menerima simpati dan dukungan dari kerabat, sementara pihak penyelenggara tetap berkoordinasi untuk kelanjutan administrasi terkait kepergian Agus Putranadi.