Kru AS-Rusia Kembali ke Bumi Setelah Delapan Bulan di ISS
Kru AS-Rusia berhasil mendarat kembali di Bumi pada Minggu setelah menuntaskan misi hampir delapan bulan di Stasiun Angkasa bangsa (ISS). Mereka menyelesaikan rangkaian eksperimen ilmiah, aktivitas berjalan di angkasa, serta pekerjaan pemeliharaan penting pada stasiun yang mengorbit Bumi itu.

Kapal Soyuz MS-28 yang membawa tiga angkasawan itu menyentuh tanah menggunakan sistem payung terjun pada pukul 10.27 GMT di dekat Zhezkazgan, wilayah tengah Kazakhstan, sekitar tiga setengah jam setelah berpisah dari ISS.
Pendaratan dan rencana pasca-misi
Ketiga awak—angkasawan NASA Chris Williams serta dua wakil Roscosmos, Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev—menghabiskan 241 hari di laboratorium orbit sejak peluncuran pada 27 November 2025. Setelah pendaratan, mereka menjalani pemeriksaan medis di lokasi dan kemudian dibawa dengan helikopter menuju Karaganda, Kazakhstan.
Chris Williams direncanakan kembali ke Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston untuk tindak lanjut medis dan debriefing misi. Sementara itu, Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev akan melanjutkan perjalanan ke Star City, pusat pelatihan angkasawan Rusia di luar Moskow.
Catatan misi dan kegiatan di orbit
Selama masa tugasnya di ISS, kru tersebut menempuh 3.856 orbit mengelilingi Bumi dengan jarak total lebih dari 164 juta kilometer. Misi ini menandai penerbangan angkasa pertama bagi Chris Williams dan Sergei Mikaev, sedangkan Kud-Sverchkov menjalani misi keduanya.
Aktivitas yang dilakukan mencakup rangkaian eksperimen ilmiah dan pengujian teknologi yang ditujukan untuk misi angkasa masa depan. Williams membawa fokus pada penelitian terkait potensi pengobatan kanker dan proses pembuatan maju yang memanfaatkan kondisi mikrogravitasi. Selain eksperimen di dalam modul, ia juga ikut dalam dua berjalan di angkasa (EVA) yang bertujuan mempersiapkan peningkatan sistem suplai daya listrik ISS dan mengganti sendi yang rusak pada lengan robotik Canadarm2.
Fungsi ISS dan nilai penelitian
ISS telah dihuni secara terus-menerus sejak November 2000 dan berfungsi sebagai laboratorium mikrogravitasi bagi para peneliti dan awak internasional. Penelitian yang dilakukan di stasiun tersebut mendukung kemajuan di bidang medis, ilmu material, dan pengembangan teknologi yang menjadi bekal bagi misi manusia ke Bulan melalui program Artemis, serta persiapan untuk perjalanan antariksa yang lebih jauh ke Mars.
Selama misi ini, para awak tidak hanya menyelesaikan eksperimen ilmiah tetapi juga menangani pekerjaan pemeliharaan yang memastikan kelangsungan operasi stasiun serta kesiapan infrastruktur untuk eksperimen lanjutan dan misi mendatang.
Kerjasama lintas negara di ruang angkasa
Operasi tim yang melibatkan Amerika Serikat dan Rusia ini menegaskan bahwa kerja sama di sektor antariksa tetap berjalan meski terdapat ketegangan geopolitik di arena lain. Kolaborasi seperti ini memungkinkan pertukaran pengetahuan, berbagi fasilitas, dan pelaksanaan proyek penelitian bersama yang sulit dilakukan oleh satu negara sendiri.
Kembalinya kru Soyuz MS-28 menutup satu bab misi panjang yang memadukan ilmu pengetahuan, pemeliharaan teknis, dan latihan operasional. Mereka membawa pulang data dan pengalaman yang akan dianalisis untuk mendukung misi-misi selanjutnya, baik di orbit rendah maupun persiapan perjalanan manusia kembali ke Bulan.
Setelah rangkaian pemeriksaan dan rotasi awak, ISS akan terus menjadi platform penelitian penting yang menghubungkan upaya internasional dalam eksplorasi antariksa sambil menyediakan wawasan yang berguna bagi aplikasi di Bumi dan misi antariksa masa depan.