Akses AI perlu diperluas ke semua lapisan masyarakat
KUALA LUMPUR, 23 Julai – Akses AI harus menjadi prioritas agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat kecerdasan buatan. Ahli Parlimen Bandar Tun Razak, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail, menekankan pentingnya memperluas akses kepada ilmu dan keterampilan terkait AI sehingga penggunaan teknologi berlangsung secara tepat dan bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut menyoroti potensi AI yang luas: bila dimanfaatkan dengan benar, teknologi ini dapat membantu pelajar menimba ilmu dan mendukung golongan pekerja meningkatkan kemampuan kerja. Pernyataan itu menegaskan bahwa ketersediaan pengetahuan dan keterampilan AI bukan hanya untuk kalangan tertentu, melainkan perlu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
## Mengapa akses AI penting
Perluasan akses AI bukan sekadar soal ketersediaan perangkat atau jaringan, melainkan akses terhadap pemahaman dan keterampilan yang memungkinkan pemanfaatan teknologi dengan efektif. Ketika akses tersebut merata, manfaat AI dapat dirasakan dalam berbagai aspek keseharian—mulai dari proses pembelajaran hingga peningkatan produktivitas kerja—dengan catatan penggunaan dilakukan secara bertanggung jawab.
Ahli Parlimen Bandar Tun Razak itu menekankan bahwa tanpa perluasan akses kepada ilmu dan kemahiran, risiko ketimpangan digital akan semakin besar. Sebaliknya, jika akses dikembangkan, peluang bagi pelajar untuk menggali pengetahuan dan bagi pekerja untuk meningkatkan keterampilan menjadi lebih terbuka.
## Tanggung jawab dalam penggunaan AI
Selain akses, aspek etika dan tanggung jawab menjadi bagian penting dari diskusi mengenai AI. Pernyataan yang disampaikan menunjukkan bahwa pemanfaatan AI harus disertai prinsip penggunaan yang benar agar manfaatnya maksimal dan bahaya potensial dapat diminimalkan. Pendidikan tentang penggunaan yang aman dan bertanggung jawab menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya memperluas akses.
Penguatan literasi digital dan pelatihan keterampilan di bidang AI akan membantu masyarakat memahami batasan dan peluang teknologi. Tanpa pemahaman tersebut, adopsi teknologi berisiko menimbulkan kesalahpahaman atau pemanfaatan yang tidak sesuai tujuan.
## Mendekatkan ilmu dan kemahiran AI ke masyarakat
Memperluas akses ke ilmu dan keterampilan AI mencakup berbagai pendekatan yang bersifat edukatif dan inklusif. Fokus utama adalah memastikan materi pembelajaran dan peluang pengembangan keterampilan dapat dijangkau oleh pelajar, pekerja, dan kelompok masyarakat lainnya. Hal ini menempatkan pendidikan dan pelatihan sebagai komponen krusial dalam upaya memperkecil kesenjangan kemampuan di era teknologi.
Pernyataan dari Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail menggarisbawahi bahwa niat memperluas akses bukan sekadar retorika, melainkan panggilan untuk memastikan semua lapisan memiliki kesempatan memperkaya kapasitas mereka dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Upaya-upaya yang diarahkan pada penguatan literasi AI, peningkatan keterampilan digital, serta pemahaman etika penggunaan teknologi menjadi kunci agar manfaat AI dapat dinikmati luas. Tanpa langkah-langkah tersebut, potensi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung dunia kerja tidak akan terealisasi sepenuhnya.
Pernyataan ini menutup ruang bagi anggapan bahwa AI hanya untuk segelintir pihak; sebaliknya, akses yang lebih luas diharapkan membuka peluang yang lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan akses yang memadai dan komitmen terhadap penggunaan yang bertanggung jawab, AI berpeluang menjadi alat yang mendukung kemajuan pendidikan dan kemampuan kerja di berbagai tingkat masyarakat.