Malaysia dan Korea Selatan Luncurkan Akademi AI
Akademi ai menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. Kementerian Digital hari ini meluncurkan Akademi Digital Korea-ASEAN (KADA), sebuah program kerja sama dengan Korea Selatan yang bertujuan membangun kapasitas profesional di bidang kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital di Malaysia. Inisiatif ini dikoordinasikan oleh Perbadanan Ekonomi Digital Malaysia (MDEC) dan dijadwalkan berjalan dalam empat kohort pada 2026–2027.

Program KADA menargetkan untuk melahirkan sekitar 200 profesional AI dan digital Malaysia selama periode tersebut. Materi pelatihan dirancang untuk memberi peserta pengetahuan teknis baru sekaligus keterampilan praktis dan perspektif internasional agar siap menghadapi kebutuhan industri ekonomi digital yang terus berkembang.
Rincian program dan sasaran
KADA akan menyelenggarakan empat kohort pelatihan 2026 dan 2027 dengan target total sekitar 200 peserta dari Malaysia. Kurikulum menekankan penguasaan teknologi AI serta inovasi digital terkini, disertai pembekalan kemampuan praktis dan pemahaman terhadap dinamika industri global.
Tujuan utama program adalah mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor digital dan mendorong kemampuan adaptasi tenaga profesional terhadap perkembangan teknologi. Selain aspek teknis, peserta juga akan didorong untuk memperoleh kecekapan industri yang relevan untuk pasar kerja digital.
Pengelolaan dan mitra pelaksana
KADA dilaksanakan oleh MDEC dengan dukungan mitra dari sektor pemerintah, akademik, dan industri. Pelaksanaan program di Malaysia akan ditangani oleh ABLEARN, lembaga yang ditunjuk oleh National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Korea Selatan, dengan Garranto Academy berperan sebagai mitra operasi lokal.
Kerja sama ini menggabungkan pengalaman pengelola program dari Korea Selatan dan jaringan lokal di Malaysia untuk memastikan pelaksanaan yang efektif serta relevansi konten bagi kebutuhan pasar domestik.
Peran institusi dan proses pemilihan
Universiti Teknologi MARA (UiTM) dipilih sebagai institusi tuan rumah untuk KADA di Malaysia melalui proses penilaian yang melibatkan beberapa perguruan tinggi teknologi terkemuka. Fakultas Sains Komputer dan Matematik UiTM akan menjadi pusat kegiatan akademik program ini.
Pemilihan Malaysia sebagai salah satu negara peserta KADA didasarkan pada persetujuan pada Mesyuarat Menteri-Menteri Digital ASEAN ke-6 yang berlangsung pada Januari lalu. Keputusan tersebut mencerminkan pengakuan terhadap ekosistem digital negara, kapasitas institusi, serta komitmen untuk mengembangkan talenta digital yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Penguatan kerja sama regional
Peluncuran KADA juga dimaknai sebagai upaya mempererat kolaborasi Malaysia, Korea Selatan, dan negara-negara ASEAN melalui pertukaran pengetahuan dan pembangunan kapasitas AI di kawasan. Dalam sambutan resmi, program ini dinilai dapat memperkuat jaringan keahlian dan mendukung pengembangan kemampuan teknologi di tingkat regional.
Acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan pemangku kepentingan, termasuk Ketua Pegawai Eksekutif MDEC Anuar Fariz Fadzil; Duta Besar Korea Selatan ke Malaysia Yeo Seung-bae; Naib Presiden Eksekutif NIPA Korea Selatan Kim Deuk-jung; serta perwakilan dari UiTM yakni Timbalan Naib Canselor (Akademik dan bangsa) Profesor Dr Yamin Yasin dan Dekan Fakulti Sains Komputer dan Matematik Profesor Madya Dr Norjansalika Janom.
“Selain pembangunan bakat, KADA juga dapat memperkukuh kerjasama Malaysia, Korea Selatan dan negara-negara anggota ASEAN dengan menggalakkan pertukaran pengetahuan serta memajukan pembangunan keupayaan AI di seluruh rantau ini,” menurut MDEC.
Dengan struktur kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademia, dan pihak industri, penyelenggaraan KADA diharapkan mampu menghasilkan profesional digital yang tidak hanya memahami teknologi mutakhir tetapi juga siap berkontribusi pada perkembangan ekonomi digital di Malaysia dan kawasan ASEAN.