Armin Zahryl Cetak Dua Rekor, Pelatih: Masih Banyak Perbaikan
Armin Zahryl kembali menarik perhatian setelah mencatatkan dua rekor kebangsaan untuk nomor 110 meter lari berpagar dalam selang 24 jam saat berlaga di Kejohanan Olahraga Asia Bawah 23 tahun. Keberhasilan itu memberi sinyal positif bagi perkembangannya sebagai pelari pecut muda nasional.

Pelatih Zainudin Yusoff menyambut hasil tersebut dengan bangga, namun menekankan bahwa masih ada aspek teknis yang perlu disempurnakan agar performa Armin lebih konsisten pada kompetisi mendatang.
Dua rekor dalam kurun 24 jam
Armin memperlihatkan kemajuan signifikan dengan menorehkan waktu 13.63 di babak semifinal, lalu memperbaiki catatan menjadi 13.58 pada babak final. Catatan ini sekaligus menjadi rekor nasional untuk kategori yang dipertandingkan.
Perbaikan waktu semifinal dan final menunjukkan adanya penyesuaian taktis dan eksekusi di lintasan, yang menurut tim pelatih merupakan buah dari program latihan yang dijalankan menjelang kejuaraan tersebut.
Respons pelatih dan fokus perbaikan
Zainudin menyatakan puas dengan hasil yang dicapai tetapi tidak menutup mata terhadap kelemahan yang muncul selama perlombaan. Ia menegaskan, “Kejayaan tetap hadir bersama ruang penambahbaikan”, sebagai rangkaian evaluasi yang harus diikuti dengan tindakan korektif.
Dalam penilaian tim pelatih, beberapa aspek teknis — mulai dari start, ritme di perisonal, hingga penyusunan langkah menjelang dan melewati pagar — masih memerlukan penyempurnaan. Zainudin menyoroti pentingnya konsistensi bahwa catatan bagus harus diulang secara stabil agar dapat bersaing di level lebih tinggi.
Tim pelatih sudah mengidentifikasi poin-poin yang akan dijadikan fokus koreksi dalam sesi latihan berikutnya. Perbaikan ini diarahkan untuk memperkecil variasi waktu lari dan meningkatkan ketahanan teknis selama serangkaian lomba beruntun.
Menatap target berikutnya: Sukma
Keberhasilan Armin di panggung Asia U23 diharapkan menjadi pemicu motivasi menjelang partisipasinya di temasya Sukan Malaysia (Sukma), di mana ia akan tampil mewakili kontinjen Terengganu. Pelatih Zainudin mengharapkan momentum ini dimanfaatkan untuk mengasah aspek yang sudah diidentifikasi agar Armin lebih siap menghadapi tekanan kompetisi domestik.
Usia Armin yang masih 21 tahun dinilai memberikan keuntungan waktu pengembangan. Pelatihannya saat ini berfokus pada pembangunan fondasi teknik dan mental kompetitif agar perkembangan kariernya berkelanjutan.
Meski catatan 13.63 dan 13.58 jadi bukti kemajuan, pelatih menegaskan bahwa target jangka menengah dan panjang harus disusun secara bertahap. Langkah-langkah korektif yang ditempuh tim diharapkan menjadikan Armin lebih stabil ketika menghadapi rangkaian lomba di tingkat regional maupun nasional.
Pencapaian ini juga memberi gambaran bahwa program pembinaan atlet muda masih mampu menghasilkan lonjakan performa bila direncanakan dan dilaksanakan dengan tepat. Untuk Armin pribadi, dukungan dari tim pelatih dan kontinjen diharapkan terus mempercepat proses adaptasi teknik serta peningkatan mental bertanding.
Dengan evaluasi cepat dan program perbaikan yang terstruktur, pelatih dan atlet optimistis bahwa keberhasilan di Kejohanan Olahraga Asia Bawah 23 tahun akan menjadi pijakan yang kuat menuju penampilan lebih konsisten di ajang-ajang berikutnya.