Armin Zahryl pecah rekod kebangsaan lagi
Bintang muda olahraga negara, Mohamad Armin Zahryl Abd Latif, kembali memecahkan rekod kebangsaan dalam acara 110 meter lari berpagar pada Kejohanan Olahraga Bawah 23 Tahun (B-23) Asia di Ordos, China. Prestasi itu tercatat setelah ia mencatatkan masa baru 13.58 pada perlumbaan final.

Sebelumnya dalam kejohanan sama, Armin pernah mengungguli rekod nasional yang dipegang Rayzam Shah Wan Sofian sejak 2017 (13.67 ) dengan mencatat 13.63. Di final, Armin yang berlari dari lorong lima menyempurnakan catatan waktunya menjadi 13.58 saat dan menamatkan perlumbaan di posisi keempat.
Perjalanan menuju rekod baru
Perubahan catatan waktu Armin dari 13.63s ke 13.58s menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam performanya sepanjang kejohanan. Rekod nasional sebelumnya, 13.67s, adalah milik Rayzam Shah Wan Sofian yang dicatat pada 2017. Kemenangan psikologi atas rekod lama itu dilanjutkan dengan peningkatan lagi di final, meskipun Armin tidak berada di podium.
Detail perlumbaan final
Dalam perlumbaan akhir, Armin memulai dari lorong lima dan menyelesaikan lari berpagar 110 meter dengan catatan 13.58s. Meskipun mencatat rekod kebangsaan baru, prestasi itu hanya cukup untuk menempatkannya di tangga keempat. Catatan waktu final ini sekaligus memperbarui rekod kebangsaan yang sempat dipegangnya sendiri dengan 13.63s.
Arti rekod bagi perkembangan atlet muda
Pemecahan rekod yang berulang kali oleh Armin menandakan adanya kemajuan teknis dan konsistensi di nomor lari berpagar pada level usia B-23. Meski belum meraih tempat tiga teratas pada final kali ini, pencapaian memecahkan rekod kebangsaan dua kali dalam satu kejohanan memberikan tanda positif bagi prospek atlet tersebut di level kontinental dan internasional.
Catatan 13.58s menjadi tolok ukur baru bagi cabang lari berpagar nasional dan akan menjadi target bagi atlet-atlet lain dalam negeri. Untuk Armin sendiri, peningkatan bertahap dari 13.63s ke 13.58s menunjukkan potensi untuk terus memperbaiki waktu di kompetisi mendatang.
Keberhasilan di Ordos, China ini menambah daftar pencapaian atlet muda yang konsisten menorehkan catatan nasional pada ajang internasional usia bawah. Meski detail tambahan terkait kondisi lomba, cuaca, atau pesaing yang menempati podium tidak disertakan dalam catatan resmi yang tersedia, fakta pemecahan rekod dan posisi akhir Armin jelas tercatat sebagai capaian penting.
Dengan rekor baru di tangan, perhatian kini akan tertumpu pada langkah Armin selanjutnya dan bagaimana catatan 13.58s ini akan memengaruhi persaingan di kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Prestasi ini juga membuka ruang evaluasi bagi tim pelatih dan federasi untuk menyusun program pengembangan agar atlet muda seperti Armin dapat bersaing lebih konsisten di panggung regional maupun internasional.