Trump: Iran sepakati inspeksi nuklir Iran ‘Infinity!!!’
Inspeksi nuklir iran menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. Presiden AS Donald Trump menegaskan pada Selasa (23 Juni 2026) bahwa Iran telah menyetujui pemeriksaan nuklir jangka panjang. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di media sosial, yang menurut Trump akan memastikan transparansi program nuklir Iran.

Namun klaim tersebut bertentangan dengan pernyataan dari pihak Iran, yang menyatakan belum memulai pembicaraan mengenai program nuklirnya dan belum menyetujui undangan bagi inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk kembali ke negara tersebut.
Isi unggahan Trump dan klaim pemeriksaan
Dalam unggahannya, Trump menulis: “Iran has fully and completely agreed to the highest level Nuclear inspections long into the future (Infinity!!!),” dan menambahkan bahwa langkah itu “This will ensure ‘Nuclear Honesty.’ If they did not agree to this, there would be no further negotiations!” Pernyataan ini dimaksudkan untuk menegaskan posisi AS bahwa kesepakatan telah tercapai yang menjamin pemeriksaan mendalam atas fasilitas nuklir Iran.
Meski demikian, klaim tersebut langsung dibantah oleh otoritas Iran yang menyatakan belum ada diskusi yang dimulai terkait program nuklir mereka maupun persetujuan untuk mengundang kembali inspektur IAEA.
Langkah AS seputar sanksi dan bantuan kemanusiaan
Pemerintahan AS memberi kelonggaran sanksi terhadap Iran selama 60 hari, dimulai pada hari Senin, sebagai bagian dari pembicaraan awal dalam kerangka apa yang disebut AS sebagai kesepakatan perdamaian yang masih berkembang. Trump menjelaskan penggunaan dana yang dilepas akan diawasi oleh Departemen Keuangan AS.
Menurut Trump, dana tersebut akan ditempatkan ke dalam rekening escrow di bawah kendali AS dan hanya akan dipakai untuk membeli bahan makanan serta pasokan medis secara eksklusif dari Amerika Serikat. Trump menyebut komoditas yang dimaksud lain corn, wheat, and soybeans.
Dia menambahkan: “These are things that are desperately needed by Iran. This is a humanitarian crisis, and I feel it is necessary to help, NOW, before it is too late.” Pernyataan itu menegaskan alasan yang disodorkan AS untuk melonggarkan sanksi sementara.
Isu keamanan di Selat Hormuz dan aliran minyak
Trump juga menyebut soal keberadaan kapal-kapal AS di Selat Hormuz. Ia mengatakan Washington akan meninggalkan kapal-kapal di perairan itu jika perlu untuk memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun ia menilai kemungkinan tersebut “at this point, highly unlikely.”
Dalam unggahan yang sama, Trump menyatakan bahwa 19 million barrels of oil flowed out of the Hormuz Strait on Monday, angka yang dipaparkan untuk menggambarkan pentingnya jalur tersebut bagi pasokan energi global.
Ketegangan klaim dan penolakan
Perbedaan narasi Washington dan Tehran mencerminkan ketegangan seputar proses verifikasi program nuklir Iran. Sementara AS mengumumkan langkah-langkah untuk menenangkan situasi dan menekankan aspek kemanusiaan dari bantuan yang ditawarkan, Iran menolak klaim bahwa pembicaraan substantif terkait nuklir telah dimulai.
Kondisi ini menunjukkan masih adanya jurang kepercayaan yang besar kedua belah pihak, dan bagaimana pernyataan publik pemimpin AS dapat bertabrakan dengan pernyataan resmi negara yang menjadi subjek kebijakan tersebut. Perkembangan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah klaim pemeriksaan jangka panjang akan dapat dikonfirmasi oleh lembaga internasional yang berwenang.
Peristiwa ini terjadi pada masa di mana diplomasi dan langkah-langkah ekonomi saling berpotongan, dengan implikasi bagi stabilitas regional dan pasokan energi global.