Olahraga Selangor Diminta Dahulukan Persiapan Sukma
Olahraga Selangor diminta menangguhkan perbalahan internal dan memprioritaskan persiapan menjelang Sukan Malaysia (Sukma) Selangor yang dimulai 15 Agustus. Seruan itu datang beberapa saat setelah timbulnya bantahan dari bekas presiden Persatuan Olahraga Selangor (POS), Datuk SM Muthu, yang menuduh pengurusan sekarang melakukan salah urus tadbir. Pemerhati sukan nasional Datuk Pekan Ramli menyatakan kekecewaannya terhadap ekosistem pentadbiran sukan yang belakangan terlihat sibuk bertikai dan bukan memfokuskan diri pada pengembangan prestasi olahraga. Ia mendesak agar perselisihan ditunda sementara demi kepentingan atlet dan kelancaran acara yang akan digelar di Selangor.
Seruan menangguhkan perselisihan hingga selesai Sukma
Datuk Pekan menegaskan pentingnya menempatkan prioritas pada persiapan teknikal dan atletik wilayah tuan rumah. Dalam pernyataannya di Nadi Arena, ia menyarankan agar perkara-perkara internal ditunda: “(Elok) ketepikan dulu (perbalahan walaupun) POS memang dalam keadaan yang tidak sihat. “Kita kena melihat ke hadapan. Tunggulah selepas Sukma kerana PJS pun sudah meluluskan bahawa AGM hingga November depan. “Jadi sekarang beri tumpuan kepada Selangor sebagai tuan rumah, yang paling penting ialah berikan dulu fokus kepada persiapan atlet dan teknikal,” katanya di Nadi Arena. Pekan menilai keadaan organisasi yang terus bersengketa dapat mengganggu kesiapan pemain, pelatih, dan staf teknis. Ia menekankan perlunya jeda konflik agar semua pihak yang terlibat dapat berkonsentrasi pada tugas mempersiapkan kontingen dan fasilitas pertandingan.
Garis besar perselisihan di Persatuan Olahraga Selangor
Perselisihan ini berakar pada ketidakpuasan yang disuarakan oleh Datuk SM Muthu, bekas presiden POS, yang mengemukakan bantahan resmi terkait dugaan salah urus tadbir oleh pengurusan POS saat ini yang dipimpin oleh Nurhayati Karim. Tuduhan tersebut memicu perbincangan dan ketegangan di lingkungan organisasi olahraga Selangor. Sementara Pekan tidak memungkiri adanya masalah dalam organisasi, ia mengedepankan pendekatan pragmatis: menyuruh semua pihak menahan diri sampai momentum Sukma berlalu dan proses administratif seperti mesyuarat agung (AGM) yang sudah diluluskan oleh PJS dapat dijalankan sesuai jadwal hingga November.
Fokus pada persiapan atlet dan teknikal
Saran untuk menempatkan fokus pada persiapan atlet mencakup berbagai aspek, mulai dari latihan, pemantauan kesiapan teknis, hingga koordinasi logistik bagi kontingen. Menurut Pekan, langkah-langkah tersebut harus menjadi prioritas karena Selangor akan memikul tanggung jawab sebagai tuan rumah. Ketegangan internal yang berkepanjangan berisiko mengalihkan sumber daya dan perhatian dari tugas-tugas operasional yang krusial menjelang pertandingan besar. Oleh karena itu, seruan untuk menangguhkan perbalahan diarahkan agar persiapan pertandingan, pembinaan atlet, dan kebutuhan teknis lainnya berjalan tanpa gangguan. Pekan juga menyampaikan bahwa menunggu hingga selepas Sukma memberi ruang bagi proses tata kelola dan administratif diselesaikan dalam suasana yang lebih kondusif. Keputusan PJS untuk menangguhkan AGM hingga November disebutnya sebagai kesempatan untuk memprioritaskan Sukma terlebih dahulu. Perkembangan terbaru ini menempatkan perhatian publik pada bagaimana POS dan pihak terkait akan merespons ajakan tersebut. Yang jelas, tanggal pembukaan Sukma pada 15 Agustus tetap menjadi tenggat utama yang membutuhkan kesiapan maksimal dari semua pihak di Olahraga Selangor.